Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Sejarah Masjid Agung Bangli Sebelum memasuki tahun 1975 Kabupaten Bangli belum mempunyai sarana dan prasarana sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah sholat, warga muslim melaksanakan ibadah sholat dirumah masing-masing sedangkan untuk sholat jum’at dilaksanakan di Masjid yang ada di Kabupaten Klungkung dan Gianyar. Atas kondisi tersebut, para remaja Islam Bangli berkumpul dan bertekad untuk dapat mendirikan sebuah masjid. Pada hari Selasa , 23 September 1975 terbentuklah organisasi dengan nama Ikatan Keluarga Islam Bangli disingkat dengan IKIB yang diketuai oleh Raden Sumardi. Setelah organisasi tersebut berjalan selama beberapa bulan kemudian pada tanggal 06 Desember tahun 1975 bertempat di Kantor Departemen Agama Kabupaten Bangli, terbentuklah Panitia Pembangunan Masjid yang diketuai juga oleh Raden Sumardi dimana nantinya organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya masjid di Kecamatan Bangli. Untuk dapat mendirikan masjid di Kecamatan Bangli, maka panitia pembangunan masjid bekerja dengan cara pengalian dana melalui penyebaran wesel pos, baik di lingkungan warga Islam Kabupaten Bangli maupun di luar daerah selama 3 tahun dari tahun 1975 sampai dengan tahun 1978. Kerja keras dari panitia pembangunan masjid tidaklah sia-sia dan membuahkan hasil dengan dibuktikan bahwa panitia dapat memiliki sebidang tanah seluas 13 are dengan pembelian diangsur. Hal tersebut terjadi pada tahun ke 2 tepatnya bulan September 1977. Pada tahun itu juga berdiri yayasan pertama kali yaitu Yayasan Al Hidayah. Pada bulan Mei 1980 terjadi pergantian panitia pembangunan masjid dari Raden Sumardi kepada Suseno Partowiyono, pembangunan masjid dilanjutkan dengan terbitnya izin pembangungan Masjid Jami Bangli dari Bupati Daerah Tingkat II Bangli Nomor : 52/Pemb./III.f/744/1980 tanggal, 24 Juni 1980. Pada akhirnya masjid berdiri dengan nama Masjid Jami Bangli dan pertama kali digunakan serta diresmikan pada tanggal 17 Juni 1981. Dengan berdirinya Masjid Jami Bangli pada hari itu juga terbentuklah organisasi yang bernama Takmir Masjid Jami Bangli. Seiring dengan perkembangan waktu dan kebutuhan maka Pengurus Masjid Agung Bangli ( Takmir Masjid ) mendirikan Yayasan yang diberi nama Yayasan Masjid Agung Bangli dengan nomor akta pendirian nomor 13 tanggal, 10 Juli 2013. Berhubungan dengan bergantian nama Yayasan Al Hidayah menjadi Yayasan Masjid Agung Bangli dikarekan para pengurus lama telah tiada dan agar nama yayasan sama dengan nama masjid yaitu berubah menjadi Yayasan Masjid Agung Bangli pada tahun 2013 samapai dengan sekarang. Nama Nama Yang Berperan Pendirian Masjid Agung Bangli Penggagas pendirian : H. Sunardi SaridjanMeresmikan Masjid : H. As’adSie Pambangunan : Sadono / Jumadi Pelaksana Pembangunan : WarnoBendahara : 1. H. Husan 2. H.Badroddin 3. Husaini Takmir pertama : H. Isri’i Takmir kedua : H. Markum Takmir Ketiga : H. GhufronDokumentasi Proses Pembangunan Masjid Agung Bangli Lebih banyak
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..